Laman

Pemuda Indonesia yang Sekarang

بسم الله الر حمن الر حيم
Assalamu’alaikum Wr. Wb.



Pemuda merupakan unsur terpenting dalam pembangunan bangsa ini. Maka tidak bisa dibayangkan lagi jika pemuda bangsa menjadi sosok yang tidak bermoral. Pemuda bangsa merupakan penerus bangsa, pembangun bangsa, penopang nasib bangsa. Dan andai kata pemuda dapat menjadi sosok yang berguna, bermartabat dan ber-akhlakul karimah, maka bangsa ini bisa menjadi negara yang diakui oleh dunia.
Ingat dengan kata-kata Bapak Proklamator kita, “berikan aku 10 pemuda maka akan kuguncangkan dunia.” Ini menunjukkan bahwa pentingnya peranan pemuda bagi bangsa. 
Kita lihat pada diri negara kita saat ini. Indonesia sedang disuguhkan dengan era langka. Era yang sangat ditunggu-tunggu, “Bonus Demografi”. Era dimana suatu negara memiliki jumlah penduduk produktif yang lebih banyak ketimbang jumlah penduduk non-produktif. Hal ini pastinya dapat menjadi jalan bagi negara kita. Jalan untuk menjadi mercusuar dunia.
Marilah rehat sejenak dan melihat keadaan sekitar kita. Melihat sekeliling kita, memperhatikan, dan pada akhirnya menemukan kekurangan dan kelebihan pada pemuda bangsa ini. Mungkin kita masih bisa sedikit bernafas lega. Karena dibalik sederet kekurangan pemuda bangsa, terukir prestasi yang luar biasa. Apalagi Indonesia saat ini menjadi negara nomor 4 penduduk terbanyak se-dunia. Yang mana sekitar 70%nya adalah penduduk dalam usia produktif.
Itu artinya bahwa Indonesia memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi negara besar didunia. Namun jika peluang ini tidak dapat dikelola dengan baik. Dari nama Bonus Demografi dapat menjadi Ancaman Demografi. Bagaimana tidak? Jika kita masih memiliki rentetan masalah yang bahkan dapat menghancurkan kesatuan Republik ini.
Sekarang ini, mudah sekali kita lihat tentang kurangnya kualitas penduduk bangsa. Khususnya pemuda bangsa. Kebanyakan pemuda bangsa memiliki sifat pragmatis atau bisa dibilang ingin serba praktis. Hal ini menyebabkan para pemuda bangsa sering mengambil jalan pintas untuk mendapatkan kejayaan, kekayaan dan keuntungan. Tentunya mereka tidak memikirkan mengenai nasib kedepannya. Seringkali dari sifat pragmatis pada akhirnya menumbuhkan mentalitas koruptor.
Juga beberapa pemuda terjangkit sifat pengikut. Ya, selalu mengikuti kemana temannya beraksi, kapanpun dan dimanapun. Dari sifat seperti ini pada akhirnya pemuda Indonesia tidak akan pernah membuat sesuatu yang baru. Dari sifat ini terlahir sebuah semboyan dalam berdagang, yaitu “amati, tiru, modifikasi.” Penyelesaian yang bagus, namun dengan ini Indonesia tidak akan pernah menjadi negara panutan. Semua ini telah menjadi bukti bahwa kualitas moral penduduk Indonesia dibawah rata-rata.
Lalu, masihkah bisa kita memperbaiki keadaan. Tentu bisa. Ingat sabda Allah mengenai perubahan suatu kaum. Allah tidak akan pernah merubah suatu kaum, kecuali kaum tersebut yang memulai perubahannya. Ini menunjukkan bahwa perbaikan dimulai dari diri kita bukan dari orang lain. Tentu kita ingin melihat, merasakan negara yang kita tinggali ini menjadi negara panutan dunia. Menjadi negara maju. Ingat, roda pasti berputar dan tiada yang tidak mungkin. Oleh karena itu setelah saya paparkan permasalahan moral dalam bangsa ini, saya akan mencoba untuk memaparkan obat penyelesaian dari beberapa masalah tersebut.
        1. Revolusi penduduk melalui Pendidikan
Pendidikan merupakan pemegang kunci penting dalam pengembangan karakter pemuda bangsa. Nomor 2 setelah keluarga. Kebanyakan guru ketika melangsungkan proses belajar melakukan pengkotakan berpikir. Sehingga murid terbatasi kreativitasnya. Dan pada akhirnya ada beberapa murid yang seharusnya memiliki kreativitas tinggi malah menjadi murid yang selalu mengikuti temannya. Temannya yang mendapat apresiasi dari guru, mungkin karena pemikirannya sejalan dengan guru tersebut. Dari perlakuan inilah sifat pengikut muncul dalam hari murid. Mirisnya, pembibitan tersebut berlangsung ketika orang masih duduk disekolah dasar. 
Pendidikan yang diharapkan bukanlah pendidikan yang seperti ini. Mungkin pemerintah dapat berbaik hati untuk sedikit mengubah sistem pendidikan negeri ini. Apa salahnya jika dalam satu kelas terdapat murid yang memiliki perbedaan pendapat namun satu tujuan. Indahnya perbedaan. Dalam hal ini, mungkin diperlukan guru yang profesional, pintar menempatkan posisi, juga mampu mengampu mata pelajaran yang dimiliki.
        2. Program televisi yang mendukung
Kebanyakan pemuda saat ini mengikuti apa apa saja yang mereka lihat.  Amati, Tiru, Modifikasi semboyan yang telah kita bahas diatas. Semboyan tersebut rupanya yang menyebabkan hal tersebut. Sayangnya kata modifikasi disini tidak terlalu memberikan kesan. Mirisnya, pertelevisian Indonesia saat ini sangat menonjolkan nilai bisnis mereka. Bukannya memberikan edukasi tapi hanya mengincar keuntungan. Tanpa peduli pada dampak yang diberikan.
Andaikata program pertelevisian Indonesia mampu menyuguhkan informasi mengenai intelektual yang pada akhirnya dapat menumbuhkan semangat berinovasi bangsa. Maka para pemuda akan berlomba-lomba dalam memberikan sesuatu yang baru dan pastinya bermanfaat.
        3. Kentalkan Iman Agama
Merupakan hal umum dan sering dibicarakan. Namun tidak bisa dipungkiri jika kita hidup tanpa memegang iman. Iman kepada siapapun, hal tersebut dapat menjaga kita dari apa yang seharusnya tidak kita lakukan. Kita semua yakin bahwa setiap keyakinan pasti mengajarkan kebaikan pada pengikutnya. Jadi apapun kepercayaanmu berpegang teguhlah pada mereka. Karena mereka yang akan menyelamatkanmu.

Jazakumullah, semoga bermanfaat
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Tag : Masa Depan
0 Komentar untuk "Pemuda Indonesia yang Sekarang"

Back To Top